Senin, 17 Agustus 2015

MENYUSUN PUZZLE BAGI ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 1

MENYUSUN PUZZLE BAGI ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 1







Disusun Oleh:
Bayu Ramadhan / NPM 12514075
Herma Noviani / NPM 14514953
Irene Silvia Reza / NPM 15514423
Siti Musyarofah / NPM 1A514371








KELAS 1PA07
FAKULTAS PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI
Mata Kuliah : Peng. Kreativitas dan Keberbakatan

2014/2015

KATA PENGANTAR

Assalamua’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, inayah, taufik dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, bagi para pembaca.
Melalui kata pengantar ini, kami terlebih dahulu meminta maaf sebesar-besarnya dan mohon pemaklumannya, bila isi makalah ini masih banyak sekali kekurangan atau terdapat tulisan yang kurang tepat bagi pembaca.
 Ahir kata kami harap semua ini bisa memberikan manfat dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi bagi para pembaca. Oleh karena itu, kami mngharapkan kritik dan saran yang membangun, agar dapat lebih baik lagi.

Wassalamua’alaikum Wr.Wb.




Depok, 04 Agustus 2015


Penulis

i



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR................................................................ ...............................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii

BAB I
PENDAHULUAN...........................................................................................................1
A.    Latar Belakang Makalah.............................................................................................1
B.     Rumusan Masalah.......................................................................................................2
C.     Tujuan Penulisan Makalah..........................................................................................2
D.    Manfaat Penulisan.......................................................................................................2

BAB II           
KAJIAN TEORI..............................................................................................................3
A.    Konsep Kreativitas....................................................................................................3
B.     Pengertian Anak........................................................................................................3
C.     Konsep Alat Peraga Edukatif...................................................................................3
D.    Puzzle.......................................................................................................................4

BAB III
METODE PENELITIAN...............................................................................................7

BAB IV
HASIL PENELITIAN...................................................................................................8

BAB V
KESIMPULAN................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................10




ii

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar  Belakang  Makalah
Penulisan makalah ini merupakan observasi mengenai menyusun puzzle bagi anak-anak yang masih bersekolah dasar tingkat pertama, makalah ini membahas tentang apa saja manfaat manusia hususnya anak kecil dalam menyusun puzzle. Manusia memang tidak dapat dipisahkan dengan segala kekreativitasan nya , apalagi dengan perkembangan teknologi pada massa sekarang ini, anak-anak sekarang lebih memilih mengurung dirinya didalam kamar dan memainkan gadget mereka masing-masing, sehingga kurangnya pergaulan social di lingkungannya, di dalam gadget permainan yang dimainkan anak tidaklah semua nya bermanfaat.
 salah satu permainan yang bisa untuk belajar smbil bermain dan dapat mengasah otak dan kreativitas adalah  menyusun puzzle. Menurut Patmondodewo (Misbach, Muzamil, 2010) kata puzzle berasal dari bahasa inggris yang berarti teka-teki atau bongkar pasang, media puzzle merupakan media sederhana yang dimainkan dengan bongkar pasang. Berdasarkan pengertian tentang  media puzzle, maka dapat disimpulkan bahwa media puzzle merupakan alat permainan edukatif yang dapat merangsang kemampuan matematika anak, yang dimainkan dengan cara membongkar  pasang kepingan puzzle berdasarkan pasangan nya. Pada anak-anak menyusun puzzle sangat membantu mereka berkonsentrasi agar  menyusun sesuatu yang tidak beraturan menjadi sebuah gambar yang utuh dan lengkap. Dalam permainan menyusun puzzle anak-anak bisa belajar sabar dan berkonsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan nya.




1

1.      Apakah menyusun puzzle mempengaruhi prestasi yang baik di sekolah?



1.      Sebagai salah satu tugas penting untuk pengembangan nilai.
2.      Untuk mengetahui apakah anak yang menyusun puzzle dengan waktu yang singkat mempengaruhi prestasi di sekolah






2


BAB II
KAJIAN TEORI

A.    Konsep Kreativitas

Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada. Dalam hal ini, Munandar mengartikan bahwa kreativitas sesungguhnya tidak perlu menciptakan hal-hal yang baru, tetapi merupakan gabungan (kombinasi) dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kreativitas, yaitu: Percaya pada kemampuan anak, Memberi dukungan terhadap anak, Sediakan fasilitas yang dapat mengasah kreativitas, dan Berikan anak pengalaman baru. Selain itu, cirri-ciri anak kreatif yaitu lancer dalam berfikir, fleksibel dalam berfikir, orisinil (asli) dalam berfikir, dan elaborasi (mampu  memberi gagasan atas jawaban yang dikemukakan).
B.     Pengertian Anak

Menurut psikologi, anak adalah periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah, kemudian berkembang setara dengan tahun tahun sekolah dasar.

C.    Konsep Alat Peraga Edukatif

Ada beberapa konsep dasar yang perlu diketahui dalam memahami alat permainan edukatif, yaitu Alat Permainan Edukatif (APE) merupakan seperangkat instrumen, baik merupakan metode atau cara maupun perkakas yang digunakan seseorang dalam rangka mendidik anak dengan menekankan konsep bermain sambil belajar, alat Permainan Edukatif adalah serangkaian alat yang digunakan anak, orang tua maupun guru dalam meningkatkan fungsi intelegensi, emosi, dan spiritual anak, sehingga muncul kecerdasan yang dengannya seluruh potensi yang dimiliki anak dapat melejit.




3

Jika dipandang dari sudut pandang materialnya, alat permainan edukatif terdiri dari berbagai jenis yang dapat mengembangkan daya berpikir (kognisi), cipta bahasa, motorik,dan keterampilan anak, bahan yang digunakan sebagai Alat Permainan Edukatif tidak mengikat, harus terbuatdari salah satu bahan dasar, seperti plastikatau kayu, besi, tanah, plastisin, spon, atau pun yang lainnya. Sebab anak tidak memperdulikan bahan yang bagus atau tidak, bahan yang mahal atau tidak. Tetapi yang terpenting adalah alat permainan itu menyenangkan atau tidak, dan bagi orang tua atau guru, tujuan dari materi dapat tersampaikan atau tidak. Anak-anak sangat membutuhkan sarana pendidikan berupa alat bermain yang lengkap.Alat yang lengkap dapat memberi peluang kepada anak untuk dapat bereksplorasisepuasnya. Tetapi tidak harus mahal, sebab alat yang mahal bukan satu-satunya kuncikeberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan anak-anak. Namun, harus disesuaikandengan kebutuhan, fungsi, dan tujuan pendidikan itu sendiri.

A.    Puzzle

Puzzle merupakan permainan menyusun kepingan gambar sehingga menjadi sebuah gambar yang utuh. Permainan ini tentu permainan yang sudah dikenal semua orang, bahkan mungkin di seluruh dunia. Tua, muda, besar, kecil semua menyukainya, bahkan permainan ini hadir dalam berbagai bentuk dan versi. Bahkan anda bisa menemukan puzzle dengan jumlah kepingan yang fantastis, hingga mencapai ribuan keping gambar. Tentunya bukan perkara mudah untuk menyusun puzzle yang ini. Orangtua harus memperhatikan bahwa kemampuan tiap anak itu berbeda. Biasanya anak yang sejak dini sudah dikenalkan dengan puzzle akan lebih mahir dan terbiasa bermain puzzle. Oleh karena itu, para orang tua yang akan memilih puzzle untuk anaknya, jangan berdasarkan umur, tetapi bergantung kepada kemampuan si buah hati. Umumnya, anak-anak yang kuat kemampuan visualnya, akan lebih mudah dan cepat menyelesaikan permainan ini.




4
Puzzle merupakan sarana menarik untuk belajar tentang bentuk, warna, dan hubungan benda-benda, yang termasuk puzzle adalah berbagai benda tiga dimensi yang bisa dibongkar-pasang oleh anak. Rasa puas yang dialami anak karena mampu memecahkan masalah merupakan salah satu manfaat puzzle. Selain itu, bermain dengan puzzle juga mempertajam persepsi anak tentang gambar, warna, dan benda-benda.

Menurut Adenan (2008) dinyatakan bahwa Puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya penarik yang kuat. Sedangkan menurut Hadfield (1990), puzzle adalah pertanyaan-pertanyaan atau masalah yang sulit untuk dimengerti atau dijawab.

Menurut Soedjatmiko (2009) puzzle dapat meningkatkan kecerdasan multiple yaitu merangsang kecerdasan bahasa verbal, mengembangkan kecerdasan visual-spatial dan melatih kecerdasan emosional inter-personal. Media puzzle yang dijadikan model dalam penelitian ini adalah untuk menyusun pecahan-pecahan atau potongan unsur yang ada pada potongan karton menjadi struktur yang tepat.

Tarigan dalam Puzzle (2009) menyatakan bahwa pada umumnya para siswa menyukai permaianan dan mereka dapat memahami dan melatih cara penggunaan kata-kata, puzzle, crosswords puzzle, anagram dan palindron. Puzzle dan games untuk memotivasi diri karena hal itu menawarkan sebuah tantangan yang dapat secara umum dilaksanakan dengan berhasil. Puzzle adalah salah satu cara yang dapat menarik karena cara ini dapat memotivasi siswa untuk menyukai pelajaran biologi. Puzzle merupakan jenis permainan potongan-potongan gambar atau benda tiga dimensi yang utuh. Kreativitas dan logika anak sangat dibutuhkan agar dapat menyelesaikan puzzle secara tepat dan cepat.





5
Adapun beberapa jenis puzzle yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan kemampuan siswa sebagai berikut (Hadfield, 2008):
1.      Spelling puzzle, yakni puzzle yang terdiri dari gambar-gambar dan huruf-huruf acak untuk dijodohkan menjadi kosakata yang benar.
2.      Jigsaw puzzle, yakni puzzle yang berupa beberapa pertanyaan untuk dijawab kemudian dari jawaban itu diambil huruf-huruf pertama untuk dirangkai menjadi sebuah kata yang merupakan jawaban pertanyaan yang paling akhir.
3.      The thing puzzle, yakni puzzle yang berupa deskripsi kalimat-kalimat yang berhubungan dengan gambar-gambar benda untuk dijodohkan.
4.      The letter(s) readiness puzzle, yakni puzzle yang berupa gambar-gambar disertai dengan huruf-huruf nama gambar tersebut, tetapi huruf itu belum lengkap.
5.      Crosswords puzzle, yakni puzzle yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dengan cara memasukan jawaban tersebut ke dalam kotak-kotak yang tersedia baik secara horizontal maupun vertikal.

Adapun manfaat puzzle menurut Soedjatmiko (2009) antara lain sebagai berikut :
1.      Kognitif, kemampuan mengetahui dan mengingat.
2.      Motorik, kemampuan mengkoordinasikan anggota tubuh seperti tangan dan kaki.
3.      Logika, kemampuan berpikir secara tepat dan teratur.
4.      Kreatif/imajinatif, kemampuan menghasilkan ide sesuai dengan konteks.
5.      Visual, kemampuan mata menangkap bentuk dan warna obyek.









6
BAB III
METODE PENELITIAN

Penelitian diambil menggunakan metode tes dengan cara memberikan puzzle kepada anak-anak dan memberikan mereka waktu minimal 3 menit untuk menyelesaikannya. Peneliti menyiapkan stopwatch untuk mengetahui berapa lamanya anak tersebut bisa menyelesaikan puzzle. Setelah anak menyusun puzzle, peneliti mencatat waktu yang didapat ketika ia menyusun puzzle tersebut.

Kami meminta anak-anak untuk berkumpul lalu kami memberikan anak-anak tersebut masing-masing anak 1 buah puzzle. Mereka diminta untuk menyusun puzzle yang sebelumnya tidak beraturan dalam waktu 3 menit. Beberapa anak bisa menyelesaikan dalam kurun waktu kurang dari 3 menit, ada juga yang dapat menyelesaikan tepat 3 menit, dan ada pula yang menyelesaikan lebih dari waktu yang ditentukan.

Dalam menyelesaikan susunan puzzle tersebut, ada beberapa anak yang terlihat menyukai permainan puzzle sehingga ia dapat menyelesaikannya dengan cepat dan tepat waktu. Namun ada pula anak yang terlihat kurang menyukai puzzle, dan ada pula yang terburu-buru sehingga melewati batas waktu yang ditentukan.







7

BAB IV
HASIL PENELITIAN

A.    Hasil Penelitian Menyusun Puzzle
Setelah dilaksanakan nya penelitian di sekolah dasar tingkat pertama atau kelas 1. SD yang berjumlah 33 siswa dan melakukan percobaan menyusun  puzzle kami mengetahui bahwa  anak yang menyusun puzzle lebih cepat dengan waktu yang ditentukan  cenderung mempunyai prestasi yang bagus dalam bidang akademik nya, selain itu anak yang menyusun puzzle dengan melawati batas waktu yang ditentukan cenderung kurang baik dalam bidang akademiknya. Dalam melakukan percobaan ini dalam satu kelas anak yang mampu menyelesaikan puzzle dengan waktu kurang dari 3 menit berjumlah 16 murid atau 48 %, dan anak yang menyelesaikan puzzle dalam waktu 3 menit sejumlah 1 orang anak atau 4%  selanjutnya anak yang menyusun puzzle dengan waktu lebih dari 3 menit berjumlah 16 siswa atau 48%. Jadi anak yang mampu menyelesaikan puzzle dalam waktu kurang dari 3 menit dan lebih dari 3 menit berjumlah sama yaitu 16 siswa dari jumlah anak yang brada di dalam kelas, yaitu Dan anak-anak memiliki krativitas yang baik dan termotivasi untuk melakukan permainan yang lain. Sebagian anak mengerti bagaimana cara yang dijelaskan oleh tutor dan sebagian lagi kurang mencerna apa yang diajarkan oleh tutor dalam bermain puzzle.




No.
Nama
Waktu
< 3 Menit
3 Menit
> 3 Menit
1
Vito
-
-
06:17
2
Fatimah
-
-
05:45
3
Naila
-
-
04:43
4
Syahla
-
-
03:44
5
Desy Rifca
-
-
02:43
6
Arif Aditya
-
-
02:03
7
Silfi Nami
-
-
03:10
8
Khaeri Janah
02:22
-
-
9
Milatut Tazkiyah
02:56
-
-
10
Anggar Anom
01:58
-
-
11
Fina Naila
-
-
03:11
12
Muhammad Alba
-
-
03:48
13
Koni Nasruli
-
-
03:03
14
Diah Ambar
02:31
-
-
15
Imang Wildan
01:11
-
-
16
Maula Saniya
02:31
-
-
17
Aswan Bilal
01:50
-
-
18
Banar Jaka
02:00
-
-
19
Wandi Filman
01:39
-
-
20
Muhammad Sultonudin
02:39
-
-
21
Faris
-
-
04:39
22
Zaenudin
02:29
-
-
23
Ibnu
-
-
06:49
24
Reihan Muzaki
-
-
07:29
25
Farhan Wibowo
-
-
03:59
26
Cici
-
-
04:05
27
Salsa
-
03:00
-
28
Keysa
-
-
04:25
29
Reynaldi
-
-
05:20
30
Reyhan
-
-
06:30
31
Lili
02:32
-
-
32
Silvi
02:50
-
-
33
Levi
02:58
-
-





















8


BAB V
KESIMPULAN

Dari data yang terkumpul terungkap bahwa anak-anak yang mampu menyusun puzzle dalam waktu kurang dari 3 menit mempunyai prestasi di dalam kelas, dan banyak sekalih manfaat yang di dapatkan dalam menyusun puzzle diantara nya adalah  kognitif, kemampuan mengetahui dan mengingat, motorik, kemampuan  mengkoordinasikan anggota tubuh seperti tangan dan kaki. Logika, kemampuan berpikir secara tepat dan teratur. Kreatif/imajinatif, kemampuan menghasilkan ide sesuai dengan konteks.  Visual, kemampuan mata menangkap bentuk dan warna obyek.



















9



DAFTAR PUSTAKA

Rima Nurul Azmi. (2012). Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Alat Peraga Edukatif Puzzle. Tersedia: http://publikasi.stkipsiliwangi.ac.id/files/2012/09/10030220-Rima-Nurul-Azmi.pdf  
(7 Agustus 2015).

Khoerunnisa.(2012). Cara membuat anak menjadi cerdas. tersedia: http://www.ibudanbalita.com/diskusi/pe rtanyaan/76197/cara-membuat-anakmenjadi-cerdas.html (7 Agustus 2015).

Sujiono, Yuliani N, Sujiono Bambang. (2010). Bermain Kreatif. Jakarta: Indeks.




















10

Minggu, 23 November 2014

Manusia Dan Kegelisahan

Pengertian kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir , tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut muknya lain dari bisasanya mialnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkannya kepadalnya memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain lain.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan karena itu dalam kehidupan sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupun ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena hal yang diinginkannya tidak tercapai.

Penyebab Kegelisahan
  • Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
  • Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
  • Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
  • Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )

Usaha Menangani Kegelisahan
Cara mengatasi  kegelisahan pertama-tama  harus  mulai  dari diri scndiri,  yaitu  kita harus  bersikap  tenang.  Dengan  sikap  tenang  kita  dapat  berpikir  tenang,  sehingga   segala kesulitan  dapat  kita atasi. Cara lain yang mungkin juga  baik untuk digunakan  dalam  mengatasi  kegelisahan atau kecemasan  yaitu dengan memerlukan  sedikit pemikiran; pertama-tarna,  kita tanyakan kepada diri kita sendiri (introspeksi).  akibat yang paling buruk yang bagaimanakah   yang akan kita tanggung  atau yang akan terjadi, mengapa hal itu terjadi, apa penyebabnya  dan sebagainya. Apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan  olch kecernasan tersebut  dan  bila kita  tidak dapat  mengatasinya,  kita dapat  mempersiapkan   diri  untuk menghadapinya,karena  tidak  semua  pengalaman   di  dunia  ini  menyenangkan. Yang kedua  kita  bersedia  menerima   akibatnya  dengan  rasa  tabah  dan  senang  hati  niscaya kecemasan  tersebut  akan sima dalam jiwa kita. Dan yang ketiga, dengan  bersama-sama berjalannya waktu  kita  dapat  mencoba  untuk   memperkecil dan   mengurangi keburukan-keburukan    akibat  timbulnya  kecernasan,dengan demikian kita  akan  tidak merasakan  lagi adanya  rasa  kecemasan  / kegelisahan  dalam jiwa.
Untuk mengatasi kegelisahan  yang paling  ampuh  kita memasrahkan   diri kepada Tuhan.Kita  pasrahkan  nasib  kita  sepenuhnya  kepada-Nya,   kita  harus  percaya  bahwa Tuhanlah  Maha  Kuasa.  Maha Pengasih,  Maha penyayang  dan  Maha  Pengampun.

Sumber:
https://abra139210.wordpress.com/2011/05/18/manusia-dan-kegelisahan/
http://oebudhi.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-kegelisahan.html
http://naufalsyawal.blogspot.com/p/kegel.html

Sabtu, 22 November 2014

Manusia Dan Keindahan

Keindahan  mempunyai arti abstrak dan memerlukan penampilan atau memerlukan wujud nyata, dengan kata lain keindahan berhubungan dengan bentuk. Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebuah benda tertentu yang indah.
 Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yaitu sebagai berikut :
            a. Keindahan dalam arti luas
b. Keindahan dalam arti estetis murni
c. Keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan

Keindahan mempunyai nilai estetik yang disebut keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan pendengaran.
 Nilai estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang mencakup pengertian keindahan. Nilai adalah suatu kenyataan psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari penggunaannya karena terdapat dalam jiwa manusia dan sesuatu benda yang dapat terbukti kebenarannya.

Manusia dan keindahan tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan). Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Manusia menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut. keindahan tersebut pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri.
Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling indah.
Jadi keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan bagi orang itu sendiri yang melakukan interaksi. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.

Sumber:
http://vandyaprillyan.blogspot.com/2013/04/manusia-dan-keindahan.html
http://indahnya---berbagi.blogspot.com/2012/10/materi-3-manusia-dan-keindahan.html